English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Bidadari Surga

Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya.
Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya. Siapakah yang orang yang beruntung mendapatkannya?
Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena bersungguh sungguh ta”at di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela sistem hidup dari Allah. Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit diantara mereka mendiami bumi sekarang ini?
Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai bangkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya.
Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Seperti apakah bidadari bumi itu? Bisakah kita mengikuti langkahnya, apakah dia anak, adik, keponakan perempuan atau apakah ia istri dan ibu kita, atau ia hanya berupa angan yang sebenarnya bisa kita realisasikan, tapi syetan kuat menahan?
Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap perempuan bisa menjadi bidadari bumi, seperti apakah ciri-cirinya?
1. Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah.
2. Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.
3. Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi perketi yang mulia. Tidak hobi berdusta, bergunjing dan ria.
4. Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya.
5. Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang menta”ati perintah Allah.
6. Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.
7. Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya. “Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah”. (HR Muslim)
Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini. Ya Allah jadikanlah aku, ibuku, kakak dan adiku serta perempuan-perempuan di sekelilingku menjadi bidadari bumi. amiin

http://fadillahcinta.wordpress.com/2009/06/30/bidadari-surga/

Renungkan



Tawa itu wajah…
Dua hal yang akan selalu bertempur dalam diri manusia dalam mencari kesempurnaannya…rasa dan logika.
Rasa terbentuk oleh situasi dan lingkungan diluar tubuh manusia yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui logika yang berbeda-beda  hingga membentuk suatu emosi yang berbentuk berbeda-beda pula  antara satu manusia dengan manusia yang lain.
Rasa merupakan anugerah dari Tuhan kepada makhluk hidup untuk bisa mengenali dan memahami makhluk lain selain juga untuk satu hal penting dari fungsi rasa yaitu mengenali dirinya sendiri.
Ya, mungkin hal ini akan sulit untuk dipahami karena saat manusia dikuasai oleh rasa maka seringkali manusia tidak mengenal dirinya lagi, think……
Logika tercipta secara berbeda dan berasal dari dalam diri manusia  secara individu. Tipa manusia akan selalu memiliki logika berbeda dengan tingkat kerumitan berbeda pula.
Logika bagaikan teknologi paling “canggih” dan tidak bisa dipecahkan dengan ilmu apapun dan oleh siapapun kecuali hanya oleh pembuatnya.
Semua yang ada pada diri manusia diciptakan karena suatu alas an yang tidak akan bisa diengerti oleh manusia. Siapapun yang mengaku dirinya memiliki tingkat logika paling tinggi secara tidak sadar bahwa dirinya telah dipermalukan oleh pengakuannya sendiri karena pada dasarnya tidak ada satu manusiapun yang  tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan orang lain, think….

Petuah Bijak

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
-Hamka-
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
Hamka
Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.
Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)
Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.
Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)
Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.
Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)
Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.
Ali bin Abi Thalib
Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.
A’idh Al-Qorni

dikutip dari http://blog.al-habib.info

Cerita akhir tahun - Bromo Unfinished Part 1

31 Desember 2011 - 13.oo WIB
Destinasi : Probolinggo
Perjalanan saya mulai dari Surabaya dengan motor bersama teman dengan maksud menghindari kemacetan jalan dan mempermudah gerak saat berada di tempat tujuan kami.Hujan deras dan banjir ternyata menjadi salah satu tantangan kami hari itu selain kemacetan jalan yang barang tentu sudah terjadi sejak sehari sebelumnya. Melewati Porong tepatnya di pasar Porong terjadi suatu insiden yang membuat saya sadar bahwa egoisme masyarakat kita ternyata sangat tinggi, akibat kemacetan parah yang terjadi tampaknya terjadi "senggolan" antara truk trailer pengangkut besi dengan kendaraan pribadi yang berujung pada penganiayaan si pemilik kendaraan pribadi terhadap sopir trukdan akhirnya masalah ini ditangani oleh aparat kepolisian yang berjaga disekitar tempat kejadian.
Perjalanan kami lanjutkan kali ini bersama 2 orang teman yang kami ajak bersama menuju probolinggo, perjalanan lancar hingga hampir memasuki kota probolinggo dan lagi - lagi terjai insiden antara para pelintas dengan penduduk lokal dengan tingkah laku yang sangat mengganggu dengan memotong jalur maupun mengendarai motor dengan ugal - ugalan hingga akhirnya terjadi bentrok fisik yang untungnya tidak berlansung lama.
Akhirnya perjalanan kami sampai dikota Probolinggo menjelang malam dengan keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun kecuali rasa lapar dan dingin hingga tak sabar untuk segera menyantap makanan lezat dan kopi hangat.