Tawa itu wajah…
Dua hal yang akan selalu bertempur dalam diri manusia dalam
mencari kesempurnaannya…rasa dan logika.
Rasa terbentuk oleh situasi dan lingkungan diluar tubuh
manusia yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui logika yang berbeda-beda hingga membentuk suatu emosi yang berbentuk
berbeda-beda pula antara satu manusia
dengan manusia yang lain.
Rasa merupakan anugerah dari Tuhan kepada makhluk hidup
untuk bisa mengenali dan memahami makhluk lain selain juga untuk satu hal
penting dari fungsi rasa yaitu mengenali dirinya sendiri.
Ya, mungkin hal ini akan sulit untuk dipahami karena saat
manusia dikuasai oleh rasa maka seringkali manusia tidak mengenal dirinya lagi,
think……
Logika tercipta secara berbeda dan berasal dari dalam diri
manusia secara individu. Tipa manusia
akan selalu memiliki logika berbeda dengan tingkat kerumitan berbeda pula.
Logika bagaikan teknologi paling “canggih” dan tidak bisa
dipecahkan dengan ilmu apapun dan oleh siapapun kecuali hanya oleh pembuatnya.
Semua yang ada pada diri manusia diciptakan karena suatu alas
an yang tidak akan bisa diengerti oleh manusia. Siapapun yang mengaku dirinya
memiliki tingkat logika paling tinggi secara tidak sadar bahwa dirinya telah
dipermalukan oleh pengakuannya sendiri karena pada dasarnya tidak ada satu
manusiapun yang tidak bisa melakukan
sesuatu yang bisa dilakukan orang lain, think….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar